Laporan Tahunan (No. 4/2020)

Rekan investor,

Di tahun 2020, Pratama Investments mencatatkan pertumbuhan NAB per unit sebesar –6.51% (YoY), lebih rendah 105bps dibandingkan pertumbuhan indeks acuan ISSI yang tumbuh sebesar –5.46% (YoY) pada periode yang sama. Secara kumulatif, sejak dibentuk pada Agustus 2016, NAB per unit tumbuh sebesar 2.62% (setara dengan annual equivalent rate/AER sebesar 0.59% p.a.), atau lebih tinggi 344bps jika dibandingkan dengan ISSI yang tumbuh sebesar 0.82% (setara dengan AER 0.19%) pada periode yang sama.

Dari sisi penerimaan dividen, Pratama Investments membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 32.70 juta selama tahun 2020, turun sebesar Rp 16.22 juta dari pendapatan dividen tahun 2019 yang sebesar Rp 48.93 juta. Penerimaan dividen ini setara dengan dividend yield sebesar 1.79%, atau turun sebesar 152bps dari dividend yield tahun 2019 yang sebesar 3.31%.

Adapun dari sisi operasional, Pratama Investments berhasil membukukan look through earnings per unit after tax sebesar Rp 97.54/unit selama tahun 2020, tumbuh 2.98% dari tahun 2019 yang sebesar Rp 94.71/unit. Peningkatan look through earnings tahun 2020 tidak terefleksi dalam peningkatan pendapatan dividen karena sebagian perusahaan dalam portofolio memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan cadangan kas dalam menghadapi periode pandemi.

***

Tahun 2020 merupakan tahun yang luar biasa. Pandemi COVID-19 yang bahkan hingga Laporan Tahunan ini disusun masih berlangsung telah mengakibatkan disrupsi pada kehidupan dan perekonomian masyarakat Indonesia. IHSG sendiri sempat menyentuh titik terendah selama 2020 pada level 3,937.63 pada tanggal 24 Maret 2020 (turun sebesar 37.49% dibandingkan posisi akhir tahun 2019 sebesar 6,329.31), sedangkan NAV per unit Pratama Investments menyentuh level terendah pada level 684.46 pada tanggal 24 Maret 2020 (turun sebesar 37.65% dibandingkan posisi akhir tahun 2019 sebesar 1,097.72).

Namun demikian, setelah menyentuh level terendahnya tersebut, IHSG kemudian mengalami pemulihan yang didorong oleh penyesuaian kebijakan moneter dan fiskal. Per tanggal 27 Agustus 2021, IHSG berhasil menyentuh level 6,041.37 atau naik sebesar 53.43% dibandingkan posisi terendah pada tahun 2020. Adapun NAV per unit Pratama Investments berhasil menyentuh level 1,111.29 atau naik sebesar 62.36% dibandingkan posisi terendah pada tahun 2020.

Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa risiko penurunan nilai investasi yang besar merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan dan karenanya investor yang baik perlu mempersiapkan mental dan kondisi keuangannya untuk menghadapi situasi seperti ini. Bagi investor yang memiliki pandangan yang jauh ke depan, apa yang terjadi pada 1Q2020 merupakan suatu kesempatan yang sangat langka untuk melakukan akuisisi terhadap saham-saham perusahaan yang baik pada harga diskon. Hal ini dapat dilakukan oleh investor yang telah siap dengan daftar perusahaan yang menjadi target pembelian, mampu mengendalikan rasa takutnya dan memiliki cadangan kas yang dapat digunakan untuk melakukan investasi. Sebaliknya bagi investor yang tidak mampu mengendalikan rasa takutnya dan justru terjebak dalam tumpukan hutang, koreksi tajam yang terjadi justru memaksa mereka untuk melikuidasi investasi mereka pada harga yang terdiskon cukup dalam.

Krisis akan tetap berpotensi terjadi ke depannya. Baik berupa krisis ekonomi, pandemi, bencana alam atau bahkan peperangan. Seorang investor yang baik akan mempersiapkan kondisi keuangan pribadinya dengan baik dan seminimal mungkin menghindari hutang untuk membiayai kehidupannya. Memiliki simpanan dana darurat yang dapat menutupi biaya hidup selama minimal 6 bulan sebelum memulai investasi merupakan salah satu strategi dasar yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan untuk melikuidasi investasi pada harga yang tidak diinginkan. Selain itu, berinvestasi dengan dana yang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat (minimal tidak dibutuhkan dalam 7 tahun ke depan) juga menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam berinvestasi.

***

Dari sisi perusahaan, prinsip yang sama juga berlaku. Pembatasan aktivitas sosial yang diberlakukan oleh Pemerintah menyebabkan perusahaan harus berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya. Perusahaan-perusahaan yang sebelum pandemi telah terbebani dengan hutang yang menumpuk terbukti tidak dapat bertahan selama pandemi kecuali dengan melakukan restrukturisasi hutang atau peningkatan modal. Kondisi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan seperti ini memotong biaya-biaya yang berpotensi menurunkan tingkat keunggulan kompetitifnya dimasa yang akan datang.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang mengelola balance sheet-nya dengan hati-hati justru dapat melalui situasi pandemi dengan baik dan tidak perlu melakukan program-program penghematan yang dapat menurunkan tingkat keunggulan kompetitifnya dimasa yang akan datang. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan seperti ini justru dapat dengan baik memanfaatkan situasi pandemi yang berlangsung untuk melakukan ekspansi dan memperkuat keunggulan kompetitifnya.

***

Dalam pengelolaan portofolio investasi Pratama Investments, kami juga menerapkan prinsip yang sama. Kami menghindari penggunaan leverage untuk meningkat imbal hasil dan berusaha melakukan investasi dengan memperhatikan prinsip margin of safety serta deviasi antara harga dan dengan nilai intrinsik. Namun demikian, sebagai manusia, kami akan tetap berpotensi terjebak dalam kesalahan-kesalahan dan kami tidak akan berusaha menutupi kesalahan-kesalahan tersebut. Sebaliknya, kami akan berusaha secepat mungkin untuk menyadari kesalahan tersebut, mengakuinya dan melakukan tindakan-tindakan yang dibutuhkan untuk meminimalisir potensi kerugian yang ada.

Pandemi saat ini masih terus berlangsung dan meskipun aktivitas vaksinasi terus berlanjut, risiko munculnya varian-varian virus yang baru tetap berpotensi memperlambat proses recovery yang berlangsung. Oleh karena itu, kehati-hatian dalam mengelola keuangan pribadi dan portofolio investasi harus tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk meminimalisir risiko kerugian. Kami sebagai pengelola investasi akan selalu menjalankan fungsi pengelolaan investasi dengan hati-hati karena secara pribadi kami adalah investor terbesar di Pratama Investments dengan kepemilikan lebih dari 90%.

Terima kasih dan semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan dapat melalui pandemi ini dengan baik.

Salam hormat,

Indra P

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s