Persiapan Sebelum Investasi

Alhamdulillah, postingan perdana mendapatkan respon positif dari teman-teman baik di grup whatsapp maupun di media sosial. Terima kasih sudah bersedia untuk menerima broadcast message dengan link menuju blog ini dan kemudian membaca serta memberi masukan. Di antara respon tersebut ada yang meminta saya untuk mengulas mengenai Reksadana. Namun setelah saya renungkan, ada baiknya saya memulai dari sesuatu yang lebih mendasar, yaitu hal-hal yang perlu seseorang persiapkan sebelum melakukan investasi.

So, kira-kira apa saja yang perlu kita persiapkan sebelum kita berinvestasi ?

Meskipun kampanye #YukNabungSaham menginformasikan bahwa kita bisa mulai berinvestasi dengan hanya Rp 100,00 ribu, tapi sebaiknya kita mengikuti langkah-langkah berikut ini:

A. Membuat perencanaan keuangan.

Pada tahap ini, tentukanlah tujuan kalian dalam menabung dan berinvestasi. Apakah untuk memiliki rumah, membeli mobil, melanjutkan pendidikan, pensiun dengan nyaman, antisipasi pengeluaran terkait anak, memiliki dana darurat, atau bahkan untuk membiayai orang tua yang sudah sepuh. Susunlah tujuan-tujuan tersebut dalam sebuah list mulai dari yang paling penting dan mendesak, serta tetapkan target jangka waktu untuk kalian mencapai tujuan tersebut. Menetapkan tujuan keuangan dan target waktunya merupakan hal yang sangat penting karena hal ini akan menentukan langkah kalian selanjutnya terkait pilihan instrumen tabungan atau investasi seperti apa yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu kalian.

Selanjutnya, kalian harus memahami bagaimana kondisi keuangan kalian saat ini. Kalian tidak akan mungkin bisa memulai perencanaan keuangan dengan baik jika tidak mengetahui bagaimana kondisi keuangan saat ini. Dalam hal ini, kalian harus menghitung berapa sebenarnya Nilai Aset Bersih (Net Worth) yang kalian miliki. Nilai aset/harta bersih adalah nilai total aset/harta yang kalian miliki setelah dikurangi dengan hutang-hutang yang masih ada.

Nilai Aset Bersih / Net Worth = Total Harta – Total Hutang

Dari perhitungan di atas, kalian bisa mendapatkan posisi Nilai Aset Bersih positif atau negatif. Jika total hutang yang kalian miliki lebih besar dari total nilai aset yang kalian miliki, maka Nilai Aset Bersih (NAB) kalian adalah negatif dan demikian pula berlaku kebalikannya. Kalian harus selalu mengikuti perkembangan posisi NAB kalian secara berkala dan seksama.

Langkah berikutnya adalah memonitor pendapatan dan pengeluaran. Mulailah mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran dengan disiplin. Dalam pos pengeluaran kalian, pastikan kalian mengalokasikan dana simpanan/investasi. Dengan cara ini kalian akan memaksa diri untuk menyisihkan sebagian pemasukan untuk simpanan/investasi di awal sebelum kalian membelanjakannya. Targetkan untuk mengalokasikan setidaknya 10% dari pendapatan kalian untuk simpanan/investasi.

Dengan memonitor posisi keuangan, pendapatan dan pengeluaran serta memiliki tujuan keuangan yang jelas maka kalian telah menyelesaikan tahap pertama dari langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum investasi.

B. Melunasi hutang-hutang berbunga tinggi.

Tahapan berikutnya adalah segera lunasi hutang-hutang berbunga tinggi dan tidak produktif yang dimiliki saat ini. Misalnya; hutang kartu kredit, hutang Kredit Tanpa Agunan (KTA), dan kredit-kredit konsumtif lain. Jika kalian memiliki aset yang masih dapat dilikuidasi dan tidak mempengaruhi kualitas hidup yang mendasar seperti koleksi sepatu mahal, jam tangan mewah, koleksi mainan, gadget atau bahkan moge dan mobil mewah, ada baiknya kalian segera menjualnya untuk segera melunasi hutang-hutang kalian. Camkanlah untuk selalu pertama sekali melunasi hutang yang memiliki tingkat bunga tertinggi.

Selain itu, kalian juga harus mengevaluasi kembali seluruh pengeluaran. Hindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, semisal ngopi, rokok, nonton bioskop, makan di restoran, dan semisalnya. Berusahalah untuk mencari cara agar pengeluaran kalian jauh lebih rendah dari pendapatan kalian.

C. Mulai menabung dan berinvestasi segera setelah hutang-hutang terlunasi.

Setelah berhasil melunasi hutang-hutang dan mengumpulkan dana simpanan/investasi, selanjutnya adalah mengalokasikan dana simpanan/investasi tersebut sesuai dengan tujuan-tujuan keuangan yang kalian miliki. Pastikan agar kalian terlebih dahulu memenuhi hal-hal yang mendasar dan mendesak seperti simpanan darurat (sebaiknya dapat menutupi kebutuhan hidup selama minimal 6 bulan tanpa penghasilan), tabungan pendidikan lanjutan, tabungan pendidikan anak, rumah dan instrumen pengaman risiko seperti asuransi (gunakan asuransi syariah bagi kalian yang beragama Islam). Alokasikan dana-dana tersebut dalam produk-produk tabungan, deposito atau Reksadana Pasar Uang. Untuk yang beragama Islam, gunakan produk-produk perbankan syariah dan Reksadana Syariah.

Jika kalian masih memiliki dana berlebih setelah memenuhi seluruh kebutuhan di atas, maka berarti kalian sudah siap untuk melakukan investasi untuk target-target keuangan jangka panjang berikutnya. Silahkan memilih produk-produk Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham, atau bahkan langsung berinvestasi di saham-saham perusahaan publik. Bagi yang memiliki jiwa kewirausahaan, kalian juga bisa memulai usaha rintisan yang dalam jangka panjang berpotensi menghasilkan imbal hasil yang kalian inginkan.

Oke, jadi let’s start from the beginning…. Hal-hal besar dimulai dengan hal-hal kecil. Hindari pemikirian “INGIN CEPAT KAYA”, karena semua butuh proses. Jika pemikiran “INGIN CEPAT KAYA” menguasai cara berfikir kalian, maka kalian akan menghadapi kemungkinan yang lebih besar untuk tertipu oleh investasi bodong dan mengambil keputusan investasi yang tidak logis.

Berusahalah menjadi konsumen yang cerdas dan investor yang bijak. Gimana menurut kalian ?

~cheers~

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s