Menyederhanakan Proses Investasi

Kompleksitas dalam proses investasi bukan jaminan dapat menghasilkan kinerja investasi yang memuaskan. Namun bukan berarti kita menyederhanakan dan meremehkan analisa atas suatu investasi. Kata kuncinya adalah fokus pada investasi yang anda ketahui (atau mudah dipelajari) model bisnisnya (bahasa kerennya, circle of competence) dan hindari investasi pada hal-hal yang anda sendiri tidak dapat menjelaskannya kepada orang lain dengan bahasa yang sederhana atau yang melibatkan proyeksi-proyeksi jangka panjang yang penuh dengan ketidakpastian.

Pemodal vs Pebisnis

Pasar saham adalah pasar yang kompetitif. Setiap pemain di dalamnya berusaha untuk mengungguli pemain lainnya. Setiap investor ritel perlu memahami struktur pasar saham yang dikuasai oleh investor institusi dengan pasukan tim analis dan sumber daya informasi yang lengkap serta investor individu yang memiliki keunggulan dalam hal informasi. Dengan menggunakan pendekatan investasi layaknya seorang pebisnis, maka kita setidaknya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pemain-pemain besar tersebut ketimbang hanya menjadi objek yang dimanfaatkan.

Investasi vs Spekulasi

Salah satu hal yang Penulis anggap penting terkait maraknya kampanye #YukNabungSaham dan #SemuaBisaJadiInvestorSaham adalah semakin kaburnya perbedaan antara menabung, investasi dan spekulasi dikalangan masyarakat. Ditambah lagi, perusahaan-perusahaan sekuritas juga memiliki kepentingan agar para investor yang menggunakan jasa mereka melakukan aktifitas transaksi dengan frekuensi dan volume yang setinggi-tingginya. Akibatnya, aktifitas yang seharusnya dilakukan sebagai sebuah aktifitas investasi berubah menjadi aktifitas spekulasi, bahkan bisa dibilang berubah menjadi aktifitas "gambling". Lantas, apa sih bedanya antara menabung, investasi dan spekulasi ?