Pasar Saham: Membangun Kekayaan atau Transfer Kekayaan

Sayangnya, ketimbang menjadi mekanisme dalam distribusi kekayaan, pasar saham hingga saat ini masih berpotensi menjadi mekanisme untuk transfer kekayaan. Ya, transfer kekayaan dari pemain-pemain ritel yang clueless kepada pemain-pemain besar atau bahkan kepada manajemen perusahaan dan pemegang saham mayoritas. Dari sisi lain, bisa juga menjadi mekanisme transfer kekayaan dari investor ritel kepada broker dan manajer investasi. Alih-alih menumbuhkan kekayaannya melalui pasar modal, seseorang bisa jadi bangkrut karena terlibat dalam pasar modal.

Investor Cerdas Paham Siklus

Bagi seorang investor, memahami siklus kredit merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengetahui di mana posisi siklus kredit yang terjadi saat ini, maka seorang investor akan dapat mengambil keputusan investasi dengan baik. Menghindari membeli/menjual aset ketika siklus kredit berada di puncak dan secara agresif membeli aset ketika siklus kredit berada di dasarnya.

Uji Kewarasan Investasi

Earnings yield, yang merupakan kebalikan dari PER, adalah rasio yang sangat membantu untuk melakukan uji kewarasan sebelum kita melakukan investasi pada suatu saham. Kita sangat terbiasa dengan PER namun seringkali merasa bingung dengan makna dari angka PER tersebut. Dengan menggunakan earnings yield, kita bisa membandingkan earnings yield dari suatu saham dengan yield obligasi Pemerintah Indonesia baik 10 maupun 30 tahun. Dengan melakukan perbandingan (uji kewarasan) ini, setidaknya kita dapat memiliki perbandingan dari alternatif investasi lainnya sehingga diharapkan dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih rasional.

Pemodal vs Pebisnis

Pasar saham adalah pasar yang kompetitif. Setiap pemain di dalamnya berusaha untuk mengungguli pemain lainnya. Setiap investor ritel perlu memahami struktur pasar saham yang dikuasai oleh investor institusi dengan pasukan tim analis dan sumber daya informasi yang lengkap serta investor individu yang memiliki keunggulan dalam hal informasi. Dengan menggunakan pendekatan investasi layaknya seorang pebisnis, maka kita setidaknya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pemain-pemain besar tersebut ketimbang hanya menjadi objek yang dimanfaatkan.

Beli Murah, Jual Mahal

Hal paling mendasar dalam value investing adalah value. Ketika Anda memutuskan menjadi value investor maka artinya Anda mendasarkan keputusan investasi Anda pada estimasi nilai intrinsik saham yang dihitung dengan seteliti dan seakurat mungkin berdasarkan seluruh informasi yang tersedia. Tujuan dari seorang value investor adalah membeli suatu saham dengan harga yang jauh di bawah nilai intrinsiknya berdasarkan kalkulasi yang teliti dan akurat.

Korupsi Korporasi – Sebuah Pelajaran

Tidak dapat dipungkiri bahwa tindakan kecurangan yang dilakukan baik oleh pihak manajemen maupun pemegang saham mayoritas terhadap pemegang saham minoritas atau publik dapat terjadi dengan berbagai macam metode, namun hal ini justru seharusnya menjadikan investor ritel lebih waspada dan skeptis dalam proses investasinya. Selalu camkan bahwa tidak ada seorangpun yang memaksa kita untuk membeli atau menjual suatu saham di bursa, dan karenanya seluruh risiko yang terkait keputusan untuk membeli atau menjual suatu saham tentunya juga menjadi tanggung jawab kita sebagai investor.

Beli Saham di Harga Berapa ?

Perlu kita pahami bahwa memilih perusahaan/bisnis yang akan menjadi kenderaan investasi hanyalah satu bagian dari 2 bagian proses investasi. Satu bagian yang lain adalah menentukan diharga berapa kita akan membeli perusahaan atau bisnis tersebut. Kedua proses ini; memilih perusahaan/bisnis dan menentukan harga belinya, adalah satu kesatuan proses yang tidak boleh diabaikan oleh seorang investor yang ingin bertindak logis.