Beli Saham di Harga Berapa ?

Pada postingan sebelumnya, saya pernah berbagi tentang hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika akan memilih perusahaan/bisnis yang akan menjadi kenderaan investasi kita. Bagi yang belum sempat membacanya, monggo dibaca dulu di sini.

Perlu kita pahami bahwa memilih perusahaan/bisnis yang akan menjadi kenderaan investasi hanyalah satu bagian dari 2 bagian proses investasi. Satu bagian yang lain adalah menentukan diharga berapa kita akan membeli perusahaan atau bisnis tersebut. Kedua proses ini; memilih perusahaan/bisnis dan menentukan harga belinya, adalah satu kesatuan proses yang tidak boleh diabaikan oleh seorang investor yang ingin bertindak logis.

Mengapa demikian ? Untuk memahami hal ini, kita perlu terlebih dahulu membedakan antara good business dan good investment.

Good business tidak mesti akan menjadi good investment, jika kita membeli bisnis tersebut pada harga yang terlalu mahal (keterlaluan overvalued) yang mengakibatkan target imbal hasil investasi kita butuh waktu jauh lebih lama untuk terealisasi. Menyedihkan bukan jika kita keburu dipanggil yang Maha Kuasa sebelum target imbal hasil yang kita harapkan dapat terealisasi.

Sebaliknya, good investment tidak mesti hanya diperoleh dari good business, bahkan investasi pada bad business yang merugi dan tidak memiliki prospek usaha di masa depan dapat menjadi good investment sepanjang kita dapat membeli bisnis tersebut pada harga yang jauh lebih rendah (keterlaluan undervalued) dibandingkan nilai likuidasinya dan kemudian memiliki sumber daya (waktu, keahlian, dll) untuk merealisasikan nilai likuidasi tersebut dalam waktu singkat.

Nah, dari dua paragraf di atas, ada hal menarik yang dapat kita simpulkan bahwa “waktu” adalah teman bagi good business dan musuh bagi bad business. Good business akan semakin meningkatkan nilai investasi kita seiring dengan berjalannya waktu, sebaliknya bad business malah akan semakin menurunkan nilai investasi kita dengan berjalannya waktu.

Namun sebagai manusia, mengingat waktu yang kita miliki sangat terbatas, maka membeli good business tanpa peduli diberapa harga belinya bukanlah tindakan yang bijaksana. Investor ritel yang baik adalah investor yang mampu merealisasikan investasi pada good business menjadi good investment. Yaitu dengan cara membeli good business pada harga yang wajar (fairly valued) atau lebih baik lagi jika bisa membeli good business pada harga yang lebih rendah dari nilai intrinsiknya.

Lantas bagaimana dengan alternatif merealisasikan bad business menjadi good investment ? Ironis sebenarnya, tapi hal ini yang sepertinya banyak dilakukan oleh investor ritel di Indonesia baik dengan sadar ataupun tidak sadar. Padahal, investor ritel tidak memiliki kemampuan untuk merealisasikan nilai likuidasi dari suatu bisnis dengan efektif dan efisien. So, alih-alih menghasilkan good investment dari bad business malah jadi menghasilkan bad investment dari bad business.

In short, keep your money out of bad business will ya ? Instead, spend your money on good business at a fair price.

~cheers~

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s