Beli Saham Apa ?

Menjadi investor pada dasarnya tidak membutuhkan kejeniusan seperti layaknya Albert Einstein atau Isaac Newton. Bahkan menjadi suatu ironi, karena Isaac Newton pernah mengalami kerugian finansial karena investasinya pada perusahaan Inggris, South Sea Company. Yang dibutuhkan oleh investor hanyalah kemampuan untuk bertindak logis berdasarkan data-data faktual yang diperoleh tanpa menghiraukan opini publik.

Belajar Menjadi Sejahtera

Setiap individu memiliki definisinya masing-masing tentang hidup sejahtera. Ada yang beranggapan menjadi pegawai negeri sipil berarti sejahtera, ada yang beranggapan sepanjang masih bisa cukup makan, punya pakaian untuk menutupi badan dan atap untuk berteduh maka berarti juga sejahtera. Bagi saya sendiri, sejahtera adalah ketika saya bisa melakukan apa yang saya sukai kapan saja tanpa ada kendala uang dan waktu serta tidak perlu khawatir tentang masa depan saya dan keluarga.

Low vs High PER & PBV

Ok, jadi hari ini saya merasa penasaran untuk mencoba melihat kinerja historis dari 2 portofolio yang berbeda dalam hal PER (Price to Earning Ratio) dan PBV (Price to Book Value). Dalam hal ini saya membuat 2 portofolio dummy sebut saja Portofolio A & Portofolio B. Kira-kira bagaimanakah hasilnya ?

Harga Saham vs Nilai Saham

Setelah dua postingan sebelumnya saya menulis tentang hal-hal yang terkait personal finance, maka pada postingan kali ini saya akan kembali membahas tentang investasi saham. Bahasan yang saya pilih kali ini adalah tentang harga saham vs nilai saham (price vs value). Sebagai pelaku pasar saham, kalian sangat perlu untuk memahami kedua istilah ini, perbedaaanya serta konsekuensi dalam memutuskan strategi kalian di pasar saham. So, what's the difference ?

Mengapa Perlu Investasi

Pada postingan sebelumnya saya telah membahas tentang perbedaan antara investasi dan spekulasi serta hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan investasi. Awalnya saya berfikir bahwa blog ini akan menjadi konsumsi orang-orang yang sudah terjun ke dunia investasi terutama investasi saham, namun setelah berdiskusi dengan beberapa teman dan kerabat tampaknya manfaat blog ini akan menjangkau lebih banyak pembaca jika saya juga menyentuh hal-hal yang lebih mendasar terkait perencanaan keuangan pribadi. Jadilah disela-sela waktu istirahat kantor ini, saya sempatkan untuk menulis satu postingan yang semoga bisa menghadirkan rasa penasaran yang lebih tentang investasi. So, question of the day, kenapa kita perlu investasi ?

Persiapan Sebelum Investasi

Alhamdulillah, postingan perdana mendapatkan respon positif dari teman-teman baik di grup whatsapp maupun di media sosial. Terima kasih sudah bersedia untuk menerima broadcast message dengan link menuju blog ini dan kemudian membaca serta memberi masukan. Di antara respon tersebut ada yang meminta saya untuk mengulas mengenai Reksadana. Namun setelah saya renungkan, ada baiknya saya memulai dari sesuatu yang lebih mendasar, yaitu hal-hal yang perlu seseorang persiapkan sebelum melakukan investasi. So, kira-kira apa saja yang perlu kita persiapkan sebelum kita berinvestasi ?

Investasi vs Spekulasi

Salah satu hal yang Penulis anggap penting terkait maraknya kampanye #YukNabungSaham dan #SemuaBisaJadiInvestorSaham adalah semakin kaburnya perbedaan antara menabung, investasi dan spekulasi dikalangan masyarakat. Ditambah lagi, perusahaan-perusahaan sekuritas juga memiliki kepentingan agar para investor yang menggunakan jasa mereka melakukan aktifitas transaksi dengan frekuensi dan volume yang setinggi-tingginya. Akibatnya, aktifitas yang seharusnya dilakukan sebagai sebuah aktifitas investasi berubah menjadi aktifitas spekulasi, bahkan bisa dibilang berubah menjadi aktifitas "gambling". Lantas, apa sih bedanya antara menabung, investasi dan spekulasi ?