Blog

Antara Harga & Nilai

"Investing is a popularity contest, and the most dangerous thing is to buy something at the peak of its popularity. At that point, all favorable facts and opinions are already factored into its price, and no new buyers are left to emerge. The safest and most potentially profitable thing is to buy something when no one likes it. Given time, its popularity, and thus its price, can only go one way: up." -Howard Marks-

Uji Kewarasan Investasi

Earnings yield, yang merupakan kebalikan dari PER, adalah rasio yang sangat membantu untuk melakukan uji kewarasan sebelum kita melakukan investasi pada suatu saham. Kita sangat terbiasa dengan PER namun seringkali merasa bingung dengan makna dari angka PER tersebut. Dengan menggunakan earnings yield, kita bisa membandingkan earnings yield dari suatu saham dengan yield obligasi Pemerintah Indonesia baik 10 maupun 30 tahun. Dengan melakukan perbandingan (uji kewarasan) ini, setidaknya kita dapat memiliki perbandingan dari alternatif investasi lainnya sehingga diharapkan dapat mengambil keputusan investasi dengan lebih rasional.

Pemodal vs Pebisnis

Pasar saham adalah pasar yang kompetitif. Setiap pemain di dalamnya berusaha untuk mengungguli pemain lainnya. Setiap investor ritel perlu memahami struktur pasar saham yang dikuasai oleh investor institusi dengan pasukan tim analis dan sumber daya informasi yang lengkap serta investor individu yang memiliki keunggulan dalam hal informasi. Dengan menggunakan pendekatan investasi layaknya seorang pebisnis, maka kita setidaknya memiliki kesempatan untuk bersaing dengan pemain-pemain besar tersebut ketimbang hanya menjadi objek yang dimanfaatkan.

Beli Murah, Jual Mahal

Hal paling mendasar dalam value investing adalah value. Ketika Anda memutuskan menjadi value investor maka artinya Anda mendasarkan keputusan investasi Anda pada estimasi nilai intrinsik saham yang dihitung dengan seteliti dan seakurat mungkin berdasarkan seluruh informasi yang tersedia. Tujuan dari seorang value investor adalah membeli suatu saham dengan harga yang jauh di bawah nilai intrinsiknya berdasarkan kalkulasi yang teliti dan akurat.

Investasi di Good Corporate Governance 

Secara sederhana, GCG adalah suatu mekanisme, proses dan hubungan antar para pihak yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan (stakeholders) yang disusun dan dijadikan landasan dalam pengelolaan perusahaan. Tujuan GCG adalah untuk menyelaraskan kepentingan manajemen perusahaan, para pemegang saham serta para pemangku kepentingan lainnya terhadap perusahaan sehingga perusahaan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan.

Apakah Pasar Saham Selalu Efisien ?

Mengutip joke yang disampaikan Howard Marks tentang seorang profesor keuangan yang sangat meyakini teori efisiensi pasar ketika berjalan bersama salah satu mahasiswanya.  "Bukankah itu selembar uang seratus ribu rupiah yang tergeletak di sana ?" sang mahasiswa bertanya. "Bukan, ga mungkin itu uang seratus ribu rupiah," jawab sang profesor. "Kalau benar itu uang seratus ribu rupiah, orang lain pasti sudah terlebih dahulu mengambilnya." Sang profesor pun berlalu mengabaikan uang tersebut dan sang mahasiswa mengambil uang tersebut dan membeli pulsa untuk handphonenya. 

Second-Level Thinking dalam Investasi

Untuk dapat menghasilkan imbal hasil yang lebih baik dari indeks dan investor lainnya maka anda tidak dapat menggunakan pola pikir yang sama dengan yang digunakan oleh konsensus atau investor lainnya. Anda harus memiliki pola pikir dan analisa yang berbeda dari konsensus/investor lainnya. Tidak cukup hanya berbeda, hasil dari pola pikir dan analisa anda juga harus lebih akurat dari konsensus.